AKURASI DATA FAKTOR PENUNJANG PERCEPATAN PROGRAM LEBAK CERDAS 2019

Lebak1

Foto : wilbiempat.com

Siapa yang menguasai informasi (data), maka ia akan menguasai dunia”, ungkapan yang sudah tidak terasa asing di telinga kita. Namun seberapa besar keyakinan kita atas ungkapan tersebut ?  tergantung sejauh mana perlakuan kita terhadap data – data yang tersedia disekitar kita ? Untuk membangun program perencanaan  pendidikan yang valid, terukur dan berkesinambungan diperlukan data-data pendukung yang lengkap, valid, akuntabel, dan terbarukan (up to date).

Program perencanaan pendidikan di Kabupaten Lebakl merupakan salah satu bagian penting dalam proses mewujudkan rencana strategis pembangunan pendidikan di Kabupaten Lebak, yaitu: peningkatan akses, mutu, tata kelola dan akuntabilitas pendidikan Untuk membangun program perencanaan  pendidikan yang valid, terukur dan berkesinambungan diperlukan data-data pendukung yang lengkap, valid, akuntabel, dan terbarukan (up to date) dimana proses transaksi datanya dilakukan dalam skala mikro secara terpusat, daring (online) dan dalam waktu-nyata (real time) yang disebut dengan sistem Dapodik  (Data Pokok Pendidikan) Di  seluruh Lembaga pendidikan di  Kabupaten Lebak.

Program  Lebak Cerdas 2019 telah digulirkan, pada Bulan Maret 2014, Dalam impelementasi Lebak Cerdas 2019 yang dicanangkan Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya, dimana Program Empat Pilar Lebak Cerdas  Pemkab Lebak meliputi ini, program Lebak cerdas dengan membaca, program sekolah sehat bersih hijau dan bertaqwa, program pendidikan gratis terjangkau dan bermutu melalui kartu Lebak pintar, dan program berkarakter. perlu melakukan implementasi secara intensif. Upaya untuk menyukseskan program ini, melakukan berbagai upaya dan terobosan dalam bidang peningkatan mutu pendidikan di Kota Multatuli tersebut Untuk menyusun sebuah perencanaan yang baik diperlukan data yang akurat sebagai dasar menetapkan target dan tujuan yang ingin dicapai. Kesalahan data yang digunakan mengakibatkan perencanaan yang dibuat tidak akan berguna. Dalam istilah sistem informasi dikenal istilah Gigo (garbage in garbage out) maksudnya adalah apabila input datanya sampah maka yang dihasilkan adalah sampah pula. Demikianlah data memegang peran yang sangat penting dalam sebuah formulasi perencanaan. salah satu upaya Pemkab Lebak meningkatkan layanan akses menuju peningkatan mutu pendidikan di Lebak perlu adanya dukungan yang maksimal oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk peran operatot sekolah yang menginput Data-data yang valid dan akuntabel. “Lewat program ini secara tidak langsung bisa menciptakan daerah maju, dan memiliki daya saing dengan pemantapan pembangunan desa dan perekonomian kerakyatan seluruh masyarakat bisa mengikuti Program Empat Pilar Lebak Cerdas 2019 ini. Pasalnya, progam ini merupakan salah satu program dalam bidang peningkatan pendidikan pemetaan mutu pendidikan mulai dari  Pendidikan anak usia dini  Pendidikan dasar Pendidikan menengah,  memotret progresivitas sekolah Saat ini. Dengan adanya pemetaan mutu pendidikan tersebut, nanti akan terlihat sekolah-sekolah yang sudah memenuhi 8 SMP (Standar Mutu Pendidikan), meliputi tandar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan,  Standar Penilaian Pendidikan guna  mengetahui sekolah-sekolah yang belum dapat memenuhi 8 SMP. Dari data pemetaan mutu pendikan yang sekarang sedang dilakukan itu, Disdik  senantiasan melakukan intervensi bukan hanya melibatkan pengawas dan stek holder juga melibatkan tenaga adminstrasi /Para Penginput Data atau Istilah sekarang Operator Sekolah (OPS) Sehingga program Lebak Cerdas yang tertuang dalam visi dan misi pasangan Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya dan H Ade Sumardi dapat tercapai sesuai dengan harapan bersama pada tahun 2019.

Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian dari sistem pembangunan daerah yang berfungsi sebagai pengarah yang memberikan rambu-rambu kegiatan yang dilaksanakan dalam mencapai tujuan pembangunan secara bertahap. Perencanaan menjadi bagian yang sangat penting sebagai pengendali sebuah kegiatan yang memberikan rincian tentang rasionalisasi perlunya sebuah kegiatan dilakukan, tujuan dan sasaran yang akan dicapai, metode pelaksanaan, sarana dan prasarana pedukung dan sumberdaya yang diperlukan. Adanya perencanaan disebabkan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi sehingga diperlukan kegiatan-kegiatan prioritas sebagai kegiatan yang harus segera dilakukan yang sifatnya mendesak. Peran dan fungsi data dalam perencanaan pembangunan merupakan hal yang sangat penting sebagai dasar menentukan kebijakan sekaligus sebagai alat untuk melakukan evaluasi terhadap hasil perencanaan yang telah dilaksanakan. Input data yang salah dalam merumuskan sebuah perencanaan maka akan menghasilkan perencanaan yang salah pula.

Data adalah fakta yang ada di lapangan. Data dapat berupa peristiwa, kejadian, fenomena alam yang berlangsung di masyarakat. Data dapat bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Data akan berubah menjadi informasi apabila keberadaannya mampu mengubah seseorang untuk melakukan sesuatu tindakan. Data yang digunakan dalam perencanaan pembangunan adalah data yang telah menjadi informasi sehingga menjadi bahan untuk menetapkan tindakan untuk merubah keadaan menjadi lebih baik daripada keadaan sebelumnya.

Apabila dikaitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak sebagai Ujung Tombak Program Lebak Cerdas 201,  dengan kelembagaan Bappeda sebagai lembaga perencanan pembangunan pentingnya data dalam melaksanaan perencanaan pembangunan ditangani bidang khusus yaitu Bidang Data dan Penelitian Pengambangan di Kedua Instansi dimaksud,. Bidang ini memiliki tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penelitian pengembangan daerah, pengelolaan data perencanaan, penyusunan statistik, evaluasi dan pelaporan pembangunan dibidang Pendidikan, sedangkan fungsinya adalah :

  1. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan daerah untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
  2. Melaksanaan penelitian pengembangan dan dokumentasi hasil penelitian pengembangan.
  3. Mengembangkan teknologi informasi dan electronic government.
  4. Mengelola data dan informasi hasil pembangunan.
  5. MelaksanaKan bimbingan dan analisa laporan pelaksanaan pembangunan Satuan Kerja Perangkat Daerah.
  6. Menyusunan data statistik daerah.
  7. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan.
  8. Melaksanakan tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Peranan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan

Lalu apa kaitannya Teknologi Informasi dengan Pendidikan? Ya, jelas dari kedua isu tersebut sangatlah ada keterkaitan. Pendidikan adalah sebuah sistem yang akan dan sedang dijalankan oleh pendidik dan peserta didik. Baik itu dari pendidikan formal, informal dan non formal. Paradigma masyarakat mengenai pendidikan hanya sebatas segi formal saja pada umumnya seperti SD, SMP, SMA, dan Perguran Tinggi. Pendidikan adalah kegiatan untuk menimba ilmu, akan tetapi pertanyaannya darimanakah ilmu tersebut kita dapat?

Di jaman era informasi yang serba mudah dan cepat ini, harusnya akan sangat mudah untuk menemukan pengetahuan apa yang akan dicari. Katakan saja Internet, Handphone, Smartphone, Social Media,  dan berbagai banyak lagi bermacam media dan teknologi informasi lainnya. Terutama di Kota-kota besar pasti sudah familiar dengan istilah dan fungsi dari masing-masing perangkat teknologi tersebut. Permasalahannya adalah seberapa mendidikkah pemanfaatan teknologi informasi tersebut untuk masyarakat indonesia khususnya pada kalangan berpendidikan?. Memang ujung-ujungnya tergantung dari sifat dan perilaku pengguna itu sendiri dalam menggunakan teknologi informasi secara bijak.

foto :lenterakecil.com

“Satu contoh dari manfaat Dapodik ini adalah tatkala kita hendak menyalurkan dana BOS. Bila Dapodik sudah baik, maka kita tidak perlu merepotkan bapak-ibu menyerahkan data. Karena dengan data yang ada dalam Dapodik, kita sudah bisa menetapkan. Tapi untuk sekarang ini, kan kadang-kadang kita masih meminta verifikasi kepada bapak-ibu Guru di sekolah yang  mengurangi efisiensi data

sudah seyogyanya Dapodik didukung bersama-sama agar kualitasnya menjadi baik.

Mengenai kualitas data, harpan kita bersama memiliki harapan agar kualitas Dapodik di masa mendatang bisa sejajar dengan data yang dikelola oleh bank dan maskapai penerbangan. “Sampai sekarang, data yang menurut kita  baik itu adalah data yang ada di bank. Karena rasanya tidak ada yang salah tatkala kita mengirim atau menerima uang, sehingga kita jarang sekali menghitung-hitung, misalkan, ‘apakah gaji kita yang kita terima melalui bank itu jumlahnya berkurang?’ Jadi rasanya, kita percaya betul pada data bank. Tapi data kita ini kan belum bisa kita percayai sebagaimana kita percaya pada data bank.
“Dengan data yang terkumpul dalam satu sistem, kita bisa mencari hubungan antara satu entitas data dengan entitas data yang lain. Kita bisa mencari hubungan antara guru dengan murid; antara guru dengan sekolah; atau antara guru dengan mata pelajaran.

Kemudahan menemukan hubungan antara satu entitas data dengan entitas data lainnya itu, membuka pintu kemudahan bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan dunia pendidikan, termasuk satuan pendidikan, peserta didik dan guru.

Penulis : Moh. Aji Komarullah S.Pd.I, M.Si

(Ketua OPSI (Operator Sekolah Indonesia) Kabupaten Lebak)

This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

One Response to AKURASI DATA FAKTOR PENUNJANG PERCEPATAN PROGRAM LEBAK CERDAS 2019

  1. boip says:

    bagus isinya…
    saya re-publish boleh ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s