Rangkasbitung Kota Pelajar, Apa Kabar Mu….?

Rangkas1Kabupaten Lebak beribukota kan Rangkasbitung. Berdasarkan Staatsblad Nomor 81 tahun 1828 merupakan titik awal pembentukan 3 (tiga) Kabupaten di wilayah bekas Kesultanan Banten dan nama Lebak mulai diabadikan menjadi nama Kabupaten dengan batas-batas wilayah yang lebih jelas sebagaimana tercantum dalam pembagian wilayah ke dalam District dan Onderdistrict (Kewedanaan dan Kecamatan). Walaupun terdapat perubahan nama dan penataan kembali wilayah District dan Onderdistrict tersebut, wilayah Kabupaten Lebak dalam perkembangan selanjutnya sebagaimana tertuang dalam Staatsblad nomor 226 tahun 1828, Staatsblad nomor 381 tahun 1925 dan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, merupakan wilayah Kabupaten Lebak sebagaimana adanya saat ini.

Rangkasbitung mulai dilirik sebagai sebuah kota sejak Edwuard Douwes Dekker (pada akhirnya dikenal sebagai Multatuli) menginjakan kakinya di bulan Januari 1856 silam sebagai Asisten Residen di Kabupaten Lebak, sejak saat itulah Rangkasbitung yang pada saat itu telah menjadi ibukota Kabupaten Lebak menampakan “pesona” nya.

 

Rangkasbitung Kota Pelajar ?

Apa itu Kota ? menurut Prof. Drs. R. Bintarto : Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Sedangkan Pelajar berasal dari kata “belajar” yang memiliki pengertian bahwa belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya (Ernest R. Hilgard, 1984:252) dengan demikian Pelajar adalah pelaku dari proses tersebut. Dengan demikian Kota pelajar adalah dimana kota yang memiliki banyak institusi pendidikan, dan tersedianya sarana dan prasarana untuk menunjang belajar maupun mengajar serta kesadaran warga belajarnya untuk menciptakan proses pembelajaran.

Kota Rangkasbitung sejak tanggal 2 Mei 2009, bertepatan dengan hari pendidikan Nasional telah dicanangkan sebagai Kota Pelajar oleh Bupati Lebak Bapak H. Mulyadi Jayabaya, SE. Empat tahun sudah pencanangan itu terngiang, adakah mimpi Rangkasbitung sebagai Kota Pelajar mampu terwujud ? Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian stakeholeder di Lebak agar mimpi mewujudkan Rangkasbitung Kota Pelajar terpenuhi, antara lain :

  1. Penyelenggaraan pendidikan di Kota Rangkasbitung harus memiliki standar kualitas yang tinggi dan terkemuka di wilayah Banten khususnya dan umumnya di wilayah Indonesia;
  2. Memiliki keunggulan kompetitif dalam penguasaan, pemanfaatan dan pengembangan ilmu teknologi;
  3. Mampu menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelengensia (Intelligentia Quotient), emosional (Emotional Quotient), spiritual (Spiritual Quotient);
  4. Dikembangkan dengan dukungan sistem kebijakan pendidikan yang unggul;
  5. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai;
  6. Menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif.

Nah, mampuhkah Kota Rangkasbitung memenuhi bebera kriteria tersebut ? tentu dibutuhkan kerja keras, strategi dan sinergitas stakeholder di Kabupaten Lebak dan semua elemen masyarakat dalam mewujudkan Rangkasbitung sebagai Kota Pelajar.

rangkas2

 Mimpi itu bisa !

            Sebagai bukti keseriusan pemerintah Kabupaten Lebak dalam mewujudkan Rangkasbitung sebagai Kota Pelajar, Pemerintah Kabupaten Lebak meluncurkan Perda No 2 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Lebak.

Memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus disiapkan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mewujudkan cita-cita menjadikan Rangkasbitung sebagai Kota Pelajar. Mimpi itu bisa menjadi kenyataan dalam mewujudkan Rangkasbitung sebagai Kota Pelajar dengan menjalankan beberapa strategi berikut : 1) meningkatnya akses siswa usia wajib belajar terhadap pendidikan; 2) meningkatnya kualitas pendidikan pada tingkat pendidikan dasar hingga menengah; 3) meningkatnya kemampuan siswa pada aspek inteligensia, emosional dan spiritual; 4) meratanya kesempatan masyarakat dalam proses pembelajaran; 5) tingginya tingkat kelulusan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah; 6) menurunnya angka buta aksara; 7) meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan formal dan non formal.

Untuk upaya pencapain strategi tersebut, hendaknya pemerintah Kabupaten Lebak membuat kebijakan, antara lain :

  1. Meningkatkan akses pendidikan dasar dan menengah 12 tahun yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau.
  2. Meningkatkan kualitas pendidikan dari aspek : lulusan, proses, manajemen, sarana prasarana dan lingkungan sekolah.
  3. Mengembangkan sistem pendidikan berkualitas yang dapat mewujudkan keseimbangan antara kecerdasan intelegensia, emosional dan spiritual.
  4. Memperluas jangkauan dan jenis sistem pembelajaran untuk masyarakat.

Jika ke tujuh strategi diatas bisa dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak, bukan tidak mungkin kota Rangkasbitung akan menyamai kota Yogyakarta sebagai Pusat Kota Pelajar di Indonesia. Insya Allah….

#Refrensi :

1. Lebakkab.go.id

2. noname

This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s