GURU HONORER TERDZOLIMI

foto : edukasi.kompas.com

foto : edukasi.kompas.com

IKHLAS bukan berarti tanpa IMBALAN…. Kata itu tetap terngiang dan terpatri jelas…

Saat ini reka-rekan kaum buruh sedang menuntut kenaikan gaji menjadi 3,7 jt / bulan dari sebelumnya sekitar 1,9 jt – 2.1 jt/bulan, selamat berjuang kawan kami ucapkan dari Guru Honorer di Indonesia. Nasib kami jauh lebih memprihatnkan dari yang rekan-rekan buruh alami saat ini.

Perlu rekan-rekan buruh ketahui, GAJI kami sebagai Guru HONORER (GTT) hanya berkisar Rp. 150.000 – Rp. 350.000/bulan. Mungkin ada yang tidak percaya tapi ini lah realita yang kami alami. Rekan Buruh jauh lebih beruntung telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah tetapi bagi kami GURU HONORER, eksistensi kami ada tetapi seolah tak pernah terlihat di mata pemerintah. Kami turut membangun generasi penerus bangsa ini, tetapi kami harus menitikan air mata ketika kami harus membiayai anak kami sendiri untuk sekolah.

Sakit rasanya batin ini, ketika ratusan milyard bahkan triliyunan uang negara hanya masuk ke kantong-kantong para pejabat dan kroni-kroninya yang korup. Jadi teringat kata seorang Ulama besar di Negeri ini : “Negara Indonesia tidak akan perah Maju selama Korupsi mejadi akarya, Negara Indonesia akan tetap miskin mental selama pemerintahnya mendzolimi guru (honorer).”

Tak sampai disitu ketidak berpihak pemerintah negeri ini un ditunjukan dengan mengeluarkan regulasi yang MELARANG Guru Honorer yang bernaung di instansi negeri untuk mendapatkan Tunjangan Profesi (Tunjangan Sertifikasi), terkecuali honorernya mendapatkan SK dari Bupati setempat. Mendapatkan SK Bupati adalah sebuah keniscayaan….😦

Lebih sakit lagi ketika mengadukan nasib kepada para pejabat negeri ini, terlontar ucapan : “SIAPA SURUH JADI HONORER…!!” Mungkin tak sadar pejabat negara yang ngakunya terhormat itu, anaknya yang sekolah di sekolah negeri ternyata mengenyam manisnya ajaran SANG HONORER.

Salahkah kami menuntut kesejahteraan yang LAYAK dan MANUSIAWI..? Kami juga punya anak istri yang harus kami nafkahi…

This entry was posted in Populer. Bookmark the permalink.

5 Responses to GURU HONORER TERDZOLIMI

  1. Pemerintah hendaknya memberi kesempatan kembali pada guru2 honorer yang belum masuk K2, karena masih banyak guru honorer yang sebetulnya memenuhi syarat masuk K2 .

    • Marhadi.Net says:

      Setuju Pa, bukan hanya mengakomodir rekan guru yang harusnya masuk K 2 tetapi tidak masuk, tetapi pemerintah selayaknya menerbitkan regulasi yang memberikan standar Gaji Honorer yang MANUSIAWAI…

  2. Sang Marhaen says:

    Nasio kami juga sama dengan gaji 20.000 perjam sedang saya hanya mendapat 9 jam. Cuman 180.000 selama 15 tahun. Katanya sertifikasi tapi kenyataannya sudah hampir 1 tahun ini kami tidak mendapatkannya. Kepada siapa kami harus mengeluh, kepada siapa kami harus meratap. Klaua tahu gaji guru Honorer selama 15 tahun cuman segini, dolo lebih baik gua jadi pemimpin pemberontak kayak zanana gusmo…seorang guru SD yang memerdekakan negerinya. Indonesia katanya kaya raya, negerinya emah ripah loh jinawi. Tap[i Gurunya honornya sama kere aja lebih tinggi kere penghasilannya. Maka aku serukan 2014……GOLPOT……..kalau belom ada perbaikan kesejahteraan bagi guru Honorer/Swasta.

  3. honorer pahlawan tanpa gaji says:

    ente mendukung geraakan mengajar Nasional tentukan hari serta akomodir secara pasti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s