PENGARUH METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DENGAN METODE PEMBELAJARAN TAI

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang Masalah

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang pesat dari waktu ke waktu. Bangsa yang tidak ingin tertinggal dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk meningkatkan kualitas SDM diperlukan pula adanya peningkatan mutu pendidikan. Salah satu kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah guru. Guru secara langsung dapat menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa membentuk makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. Peningkatan mutu pendidikan dapat pula dilihat dari pembelajaran yang berlangsung pada sekolah tersebut baik proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa.

Menurut UNESCO, pendidikan pada abad ini harus diorientasikan terhadap pencapaian 4 pilar pembelajaran yaitu :

  1. Learning to know (belajar untuk tahu)
  2. Learning to do (belajar untuk melakukan)
  3. Learning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri), dan
  4. Learning to live together (belajar bersama dengan orang lain).

Bila seorang guru dapat membekali siswanya dengan memberi pondasi 4 pilar tadi dapat berdiri kokoh, betapa bahagianya siswa yang mempunyai guru atau pendidik yang berkualitas seperti itu. Dan betapa bangganya bangsa dan Negara ini bila pendidikan bias menjadi tonggak berdirinya suatu Negara yang kokoh.

Untuk mendapatkan hasil dan proses pendidikan yang maksimal tentunya diperlukan pemikiran yang kreatif dan inovatif serta dukungan dengan faktor pendanaan yang mencukupi. Inovasi pendidikan tidak hanya pada inovasi sarana dan prasarana pendidikan serta kurikulum saja melainkan juga proses pendidikan itu sendiri. Inovasi dalam proses pembelajaran sangat diperlukan guna meningkatkan prestasi kearah yang maksimal. Inovasi ini dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran dan metode pembelajaran.

Kewajiban sebagai pendidik atau guru, tidak hanya transfer of knowledge tapi juga dapat mengubah prilaku, memberikan dorongan yang positif sehingga siswa termotivasi, memberi suasana belajar yang menyenangkan agar mereka bisa berkembang semaksimal mungkin.

Guru tidak hanya mengolah otak siswanya tetapi juga mengolah jiwa anak didiknya, bila seorang guru hanya mengolah otak tanpa memperdulikan jiwa anak didiknya, alhasil mereka akan tumbuh menjadi manusia robot yang tidak berhati.

Anak cerdas bukan saja nilai ulangannya baik, nilai raportnya tinggi tapi emosional dan fungsi motoriknya berjalan dengan baik hingga tugas guru adalah menciptakan iklim belajar dalam pembelajaran yang sehat dan menyenangkan, memberikan dorongan kepada siswanya agar mempunyai motivasi yang tinggi. Karena guru harus mengetahui model – model pembelajaran sebagai bagian dari perencanaan mengajarnya, agar siswa dapat memahami yang diberikan oleh gurunya dengan seksama.

Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara siswa dengan guru. Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam struktur kognitif siswa. Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning). Agar terjadi transfer belajar yang efektif, maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Dalam proses belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan selalu melibatkan siswa secara aktif untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir rasional, kritis, dan kreatif.

Pendidikan Kewarganegaraan yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. Konsep Pendidikan Kewarganegaraan tersusun secara hierarkis, yang berarti bahwa dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru.

Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial.

Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di  sekolah,

penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan harus bertumpu pada dua hal yaitu optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran, dan optimalisasi keterlibatan seluruh indra siswa.

Menurut Monks, Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari segi perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda (pubertas) dan dewasa muda. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki rasa tanggung jawab. Siswa SMP berada pada usia pubertas. Dari segi pembelajaran, maka sadar diri dan rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan. Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan belajar sendiri. Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai tujuan belajar sendiri

Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih kreatif dan mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dapat memenuhi kebutuhan siswa secara optimal. Linda Lundgren dalam Muslimin Ibrohim (2000: 17) menyatakan “Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif cenderung memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya.”

Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa untuk berinteraksi. Terdapat beberapa macam (tipe) pembelajaran kooperatif, diantaranya tipe Jigsaw dan Konvensional. Untuk mengetahui efektifitas kedua tipe pembelajaran tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya penelitian.

Di SMPN 8 Rangkasbitung model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih menggunakan pembelajaran konvensional. Menurut pengamatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada pokok bahasan Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara masih belum memuaskan, untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada pokok bahasan Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar hasil belajarnya meningkat.

Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik, maka dilakukan penelitian yang berjudul PENGARUH METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DENGAN METODE PEMBELAJARAN TAI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA, KONSEP NORMA – NORMA YANG BERLAKU DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA DI KELAS VII PADA SMPN 8 RANGKASBITUNG TAHUN AJARAN. 2010/2011.

1.2.  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti mengidentifikasikan permasalahan-permasalahan sebagai berikut :

  1. Adakah dengan metode belajar Jigsaw dapat memotivasi siswa dalam mengemukakan pendapat dan berkomunikasi dengan sesama temannya dikelas ketika mempelajari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ?
  2. Bagaimanakah Prestasi Belajar siswa pada konsep Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw ?
  3. Bagaimanakah kognitif siswa pada konsep Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menggunakan model Konvensional ?
  4. Adakah perbedaan pengaruh antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan model Konvensional pada konsep Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di kelas VII SMPN 8 Rangkasbitung ?
  5. Manakah yang lebih tinggi Hasil Belajar siswa antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan model pembelajaran Konvensional ?

  

1.3.  Pembatasan Masalah

Melihat identifikasi masalah yang dipaparkan diatas, nampak dengan jelas permasalahan yang ada hubungannya dengan topik penelitian sangat luas dan kompleks namun karena alasan – alasan tertentu dan untuk mempermudah kajian teoritisnya dan agar permasalahan yang dihadapi tidak terlalu luas, maka penulis membatasi masalah tersebut pada  : Pengaruh Metode Pembelajaran Jigsaw dengan Konvensional terhadap Prestasi Belajar Konsep Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dikelas VII SMPN 8 Rangkasbitung Tahun Ajaran. 2010/2011.

1.4.  Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:

  1. Diantara metode kooperatif tipe jigsaw dan metode konvensional manakah yang lebih efektif dan tepat diterapkan dalam pokok bahasan Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada siswa kelas VII SMPN 8 Rangasbitung Tahun Ajaran. 2010/2011.
  2. 2.           Apakah ada perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa, poko bahasan Norma – norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara antara metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan metode pembelajaran Konvensional pada siswa kelas VII SMPN 8 Rangasbitung Tahun Ajaran. 2010/2011.

 

1.5.  Manfaat Penelitian

Manfaat dalam penelitian ini penulis bagi menjadi dua bagian, melputi manfaat teoritis dan manfaat praktis, antara lain :

  1. Manfaat teorotis, meliputi ;
  1. Mengaktualisasikan teori – teori keilmuan yang telah dipelajari sebagai sarana kreatifitas berfikir ilmiah.
  2. Merelavansikan teori – teori keilmuan yang telah didapatkan dengan tantangan keadaan yang ada di lapangan.
  3. Sebagai wujud kepedulian terhadap pemecahan masalah yang ada di dunia pendidikan terutama sekolah.
  4. Bagi Penulis, harapan penulis dengan penyusunan karya tulis ini semoga dapat bermanfaat untuk memenuhi salah satu tugas dalam menempuh ujian sidang skripsi dalam mencapai gelar akademik Sarjana Pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan (S.Pd.)
  5. Bagi Sekolah khususnya lembaga yang menjadi objek penelitian ini, berguna sebagai bahan masukan mengenai masalah – masalah kegiatan belajar mengajar.
  6. Bagi Guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi motivasi, sumbangan pemikiran, penambah pengetahuan, keterampilan sebaagi guru yang profesional.
  7. Bagi STKIP Arrahmaniyah Depok, sebagai lembaga pendidikan yang mendorong penulis mengadakan penelitian ini, semoga berguna untuk masukan dan bahan kajian dalam pengembangan keilmuan dan penambah koleksi perpustakaan.
  1. Manfaat Praktis, meliputi ;
    1. Bagi Penulis, harapan penulis dengan penyusunan karya tulis ini semoga dapat bermanfaat untuk memenuhi salah satu tugas dalam menempuh ujian sidang skripsi dalam mencapai gelar akademik Sarjana Pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan (S.Pd.)
    2. Bagi Sekolah khususnya lembaga yang menjadi objek penelitian ini, berguna sebagai bahan masukan mengenai masalah – masalah kegiatan belajar mengajar.
    3. Bagi Guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi motivasi, sumbangan pemikiran, penambah pengetahuan, keterampilan sebaagi guru yang profesional.
    4. Bagi STKIP Arrahmaniyah Depok, sebagai lembaga pendidikan yang mendorong penulis mengadakan penelitian ini, semoga berguna untuk masukan dan bahan kajian dalam pengembangan keilmuan dan penambah koleksi perpustakaan.
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s