Antara kebetulan dan Harapan Orang Tua

Marhadi, seorang anak desa di pinggiran kota Rangkasbitung. Tak pernah terpikirkan awalnya untuk menjadi seorang “Guru”, tapi perjalanan yang mentakdirkan harus menjadi seorang guru di salah satu SMP tepatnya di SMPN 8 Rangkasbitung.

Guru bukanlah cita-cita awal seorang bernama Marhadi tapi tidaklah profesi ini melenceng jauh dari cita-cita awal. Berawal dari tingkat SMA yang tertarik mengotak-atik Calculator Scientific, dari situ mulai tertarik dengan dunia IT. Berlanjut dengan sekrang menjadi pengajar TIK.

Sejek tahun 2004 hingga sekarang profesi guru itu telah dilakoni dengan penuh dedikasi, meskipun hanya sebagai guru Honorer tetapi itu tidak menurunkan semangat dalam mencerdaskan anak bangsa.

Menjadi Guru adalah Tugas yang Mulia, bukan hanya profit oriented yang di harapkan tetapi jauh lebih dari itu, dengan memberikan ilmu menjadikan kita memiliki investasi di akhirat kelak.

Profesi apapun memiliki resiko tak terlepas dari seorang Guru, suka duka tidak akan pernah terlewatkan. Yang paling menyedihkan sebagai guru TIK adalah ketika harus memberikan materi berupa teori saja karena ketiadan sarana Komputer (Untuk Praktek). Sebuah ironi ditengah keinginan pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia dalam penguasaan IT, sementara disisi lain ketersediaan sarana Komputer sangat jauh dari memadai.

Marhadi, seorang guru dari desa yang tidak pernah memiliki cita-cita menjadi guru, kini menjadi guru karena jalan hidup dan doa dari kedua orang tua.

This entry was posted in Populer. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s